Beranda » Berita » Sofyan Dorong Driver Bajaj Jogja Naik Kelas Jadi Pemandu Wisata Bersertifikat

Sofyan Dorong Driver Bajaj Jogja Naik Kelas Jadi Pemandu Wisata Bersertifikat

YOGYAKARTA — Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta sekaligus Pembina Paguyuban Driver Bajaj Jogja Bersatu, Mohammad Sofyan, mendorong para pengemudi bajaj meningkatkan kapasitas dari sekadar pengemudi transportasi menjadi pemandu wisata yang memiliki legalitas dan sertifikasi.

Dorongan itu disampaikan Sofyan saat menghadiri Jambore Anniversary pertama Driver Bajaj Jogja Bersatu di Kaliurang, Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti para driver bajaj dari wilayah Yogyakarta, para juragan, sponsor, serta perwakilan driver bajaj dari Solo Raya dan Semarang. Dalam kesempatan itu, Sofyan menekankan pentingnya soliditas organisasi melalui semangat saling asah, asih, dan asuh.

Menurut Sofyan, bajaj memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari layanan transportasi wisata di Yogyakarta. Bentuk kendaraan yang khas dan karakter Yogyakarta sebagai kota pariwisata dinilai menjadi modal bagi pengembangan profesi para pengemudi.

“Di perjalanan waktu, bertumbuhnya usaha bisnis transportasi becak, salah satu moda transportasi yang sangat populer dan diminati oleh warga masyarakat Yogyakarta karena bentuknya yang unik dan gesturnya cocok dengan Kota Yogyakarta sebagai kota pariwisata, sehingga kendaraan ini cocok untuk kendaraan wisata,” kata Sofyan.

Ia mengapresiasi terbentuknya Paguyuban Driver Bajaj Jogja Bersatu yang dinilai menjadi wadah konsolidasi para pengemudi. Menurutnya, organisasi tersebut perlu diperkuat dengan aturan dan kode etik agar aktivitas anggotanya berjalan tertib serta memiliki standar pelayanan yang jelas.

“Para driver ini mempunyai komitmen yang kuat untuk mengatur para anggotanya agar paguyuban ini bisa berkontribusi dan terikat pada kode etik anggota. Diharapkan paguyuban ini terkendalikan oleh sebuah aturan yang rapi dan tertib,” ujarnya.

Sofyan menegaskan, peningkatan kapasitas menjadi agenda penting bagi para driver. Selain memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk legalitas usaha, para pengemudi juga diharapkan memperoleh pembekalan di bidang kepariwisataan dan mengikuti sertifikasi sebagai pemandu wisata.

“Ke depan, para driver ini diharapkan bisa ditingkatkan kapasitasnya, tidak hanya sebagai profesi driver, tetapi lebih dari itu sebagai profesi pemandu wisata. Sehingga driver ini sebuah usaha yang legal, formal, bukan lagi sebuah usaha informal,” katanya.

Dengan peningkatan kapasitas tersebut, para driver bajaj diharapkan memiliki kemampuan lebih dalam memberikan layanan kepada wisatawan sekaligus memperkuat keberadaan transportasi khas Yogyakarta sebagai bagian dari ekosistem pariwisata. Jambore anniversary pertama itu juga menjadi ruang konsolidasi antar-driver untuk memperkuat kebersamaan dan keberlanjutan paguyuban.

expand_less