Data UMKM Kota Yogyakarta Diverifikasi, DPRD Dorong Satu Data Pelaku Usaha
- account_circle Kang Sofyan
- calendar_month 31/08/2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- label Berita
DPRD Kota Yogyakarta mendorong penataan data pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar seluruh program pemerintah dapat menggunakan basis data yang sama. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pemetaan, pembinaan, pelatihan hingga fasilitasi kegiatan UMKM lebih tepat sasaran.
Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Mohammad Sofyan, mengatakan pemetaan UMKM perlu dilakukan berdasarkan data yang terverifikasi. Menurut dia, DPRD mendukung langkah Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta yang dalam dua tahun terakhir melakukan pembaruan data pelaku UMKM.
“Memotret kondisi UMKM di Yogyakarta ini by data,” kata Mohammad Sofyan dalam talkshow DPRD Kota Yogyakarta bertema “Mengembangkan UMKM Kota Yogyakarta”, Senin (31/8/2026).
Sofyan menjelaskan, data awal yang digunakan pemerintah antara lain berasal dari basis data Pemerintah Provinsi DIY, termasuk data Sibakul. Data tersebut kemudian diverifikasi secara bertahap di lapangan untuk mengetahui pelaku UMKM yang masih aktif.
Dari proses verifikasi tersebut, jumlah UMKM aktif yang telah terdata di Kota Yogyakarta saat ini berada di kisaran 5.000 pelaku usaha. Pendataan tidak berhenti pada data lama karena pemerintah juga mulai menjangkau pelaku UMKM baru yang belum masuk dalam basis data sebelumnya.
“Dari angka itu memang di data awalnya ada angka sebesar 18.000-an. Nanti kemudian akan kita data lagi di lapangan,” ujar Sofyan.
Pendataan tambahan tersebut diharapkan menghasilkan satu basis data UMKM Kota Yogyakarta yang dapat diperbarui secara berkala. Dengan basis data yang sama, berbagai perangkat daerah yang menjalankan program terkait UMKM, mulai dari pelatihan hingga fasilitasi pameran, diharapkan menggunakan data yang dikelola Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta.
