Pelajari Sistem Command Center, Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Dorong Digitalisasi Air Bersih
- account_circle Kang Sofyan
- calendar_month 21/05/2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- label Berita
KANGSOFYAN.COM – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta melakukan kunjungan kerja ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirtawening Kota Bandung, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026). Kunjungan kerja ini berfokus pada studi komparasi teknologi command center guna mengoptimalkan monitoring saluran serta jaringan air bersih dari hulu hingga ke hilir. Langkah ini diambil sebagai upaya menyusun strategi peningkatan layanan pemenuhan hak air bersih bagi masyarakat Kota Yogyakarta.
Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Mohammad Sofyan, memimpin langsung jalannya peninjauan tersebut bersama jajaran anggota komisi. Kehadiran rombongan legislatif ini diterima oleh jajaran manajemen Perumda Air Minum Tirtawening di pusat kendali operasional mereka. Dalam kesempatan itu, pihak Tirtawening memaparkan bagaimana sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) diintegrasikan ke dalam command center untuk mendeteksi kondisi rill di lapangan.
“Kami ingin melihat secara langsung implementasi sistem digitalisasi pengelolaan air di Bandung. Kota Yogyakarta memerlukan pemantauan yang presisi dan real-time seperti ini agar kebocoran pipa atau kendala debit air ke pelanggan bisa direspons dengan cepat,” ujar Mohammad Sofyan di sela-sela peninjauan, Rabu (20/5/2026).

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Mohammad Sofyan, memimpin langsung jalannya peninjauan tersebut bersama jajaran anggota komisi.
Sistem command center yang dikelola oleh Perumda Air Minum Tirtawening Kota Bandung ini mengintegrasikan seluruh data operasional dari hulu hingga hilir. Melalui teknologi SCADA, petugas dapat memantau fluktuasi tekanan air, volume debit distribusi yang mengalir ke pelanggan, hingga status operasional mesin pompa secara langsung lewat layar monitor pintar. Jika terjadi penurunan tekanan yang drastis secara mendadak, sistem akan memberikan peringatan dini sehingga titik kerusakan atau kebocoran dapat segera dipetakan tanpa harus menunggu laporan manual dari warga.
Pihak manajemen Perumda Air Minum Tirtawening menjelaskan bahwa transformasi digital ini tidak hanya memangkas waktu penanganan teknis, tetapi juga efisien dalam menekan angka kehilangan air (Non-Revenue Water). Penerapan teknologi ini diakui secara bertahap mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas pelayanan badan usaha milik daerah tersebut.
Komisi B DPRD Kota Yogyakarta menilai skema pemantauan berbasis digital ini sangat relevan untuk diadopsi dan diadaptasikan di wilayah Kota Yogyakarta. Keterbatasan sumber daya air baku di perkotaan menuntut manajemen pengelolaan yang serbacepat dan akurat demi meminimalkan potensi gangguan distribusi ke rumah-rumah warga.
Diharapkan, adopsi sistem pemantauan berbasis digital yang terintegrasi ini nantinya dapat membawa dampak langsung bagi masyarakat luas, khususnya dalam menjamin kelancaran pasokan air bersih tanpa kendala teknis yang berkepanjangan. Akses air bersih yang stabil dan terpantau dinilai bakal meningkatkan kualitas hidup, mendukung kesehatan lingkungan pemukiman, serta menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi harian warga kota.
