Cetak Pebisnis Muda, Dinas PKU Kota Yogyakarta Sosialisasikan Sakawirausaha di SMK N 4
- account_circle Kang Sofyan
- calendar_month 18/04/2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- label Berita
KANG SOFYAN – Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (PKU) Kota Yogyakarta menggelar sosialisasi program Sakawirausaha di SMK Negeri 4 Yogyakarta pada Jumat (17/4). Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa ini bertujuan untuk menjaring sekaligus menyiapkan bibit-bibit pengusaha muda dari kalangan pelajar di Kota Gudeg.
Hadir dalam agenda tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Mohammad Sofyan, yang memberikan pendampingan langsung bersama jajaran Dinas PKU. Program Sakawirausaha sendiri merupakan inisiatif strategis pemerintah kota dalam memperkuat ekosistem UMKM sejak dini melalui jalur pendidikan formal dan kegiatan ekstrakurikuler.

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Mohammad Sofyan memberikan pendampingan langsung bersama jajaran Dinas PKU.
Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Mohammad Sofyan, menyampaikan bahwa langkah ini penting untuk mengubah pola pikir siswa agar tidak hanya berfokus mencari kerja setelah lulus, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
“Kami ingin mencetak pengusaha muda yang tangguh dari sekolah. Melalui Sakawirausaha, siswa tidak hanya diberi teori, tetapi akan dididik, dilatih, dan digembleng oleh para mentor UMKM yang sudah sukses di bidangnya masing-masing,” ujar Sofyan di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa proses pendampingan ini akan dilakukan secara komprehensif agar para siswa memiliki bekal yang kuat sebelum benar-benar terjun ke dunia industri. Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 50 siswa yang aktif tergabung dalam program tersebut sejak pertama kali diluncurkan.
Pihak Dinas PKU menegaskan bahwa teknis pelaksanaan Sakawirausaha telah disinkronkan dengan kurikulum sekolah. Agar tidak mengganggu jam pelajaran formal, kegiatan pengembangan kewirausahaan ini diintegrasikan ke dalam kegiatan Pramuka di sekolah. Dengan demikian, siswa dapat mengasah keterampilan bisnisnya tanpa mengesampingkan kewajiban akademik.
Antusiasme siswa dalam sosialisasi kali ini terlihat cukup tinggi. Tercatat puluhan siswa langsung mendaftarkan diri menjadi anggota baru Sakawirausaha setelah mendapatkan gambaran mengenai skema pelatihan dan pendampingan mentor.

Salah satu siswa peserta sosialisasi mengaku tertarik bergabung karena ingin mengembangkan minatnya di bidang usaha kreatif sembari tetap bersekolah. Kehadiran program ini memberikan ruang bagi para pelajar untuk bereksperimen dengan ide bisnis mereka di bawah pengawasan tenaga profesional.
Melalui keberlanjutan program Sakawirausaha, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap lahir generasi baru pengusaha UMKM yang inovatif. Hal ini diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi daerah dan mengurangi angka pengangguran terdidik di masa depan.
