Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Kaji Operasional Bandros untuk Perkuat Transportasi Wisata
- account_circle Kang Sofyan
- calendar_month 13/05/2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- label Berita
KANGSOFYAN.COM – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta melakukan kunjungan kerja dalam rangka studi komparasi terhadap operasional Bandung Tour On Bus (Bandros) milik Pemerintah Kota Bandung pada Selasa (12/5). Langkah ini diambil sebagai upaya Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) terhadap sistem transportasi wisata yang dinilai efektif dalam meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan di kawasan perkotaan.
Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Mohammad Sofyan, beserta jajaran anggota komisi mendampingi langsung perwakilan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta untuk melihat teknis pengelolaan bus ikonik tersebut di pusat operasionalnya. Sofyan menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk membedah skema layanan, biaya operasional, hingga potensi penerapan kendaraan serupa di wilayah Yogyakarta guna mendukung mobilitas wisatawan.
“Kami melihat Bandros memiliki daya tarik dan memberikan sensasi tersendiri bagi wisatawan untuk berkeliling kota dengan cara yang unik. Sebagai kota pariwisata, ke depannya Yogyakarta berpeluang mengembangkan transportasi khusus serupa yang melayani wisatawan secara terintegrasi,” ujar Mohammad Sofyan di sela-sela peninjauan armada.
Bandros merupakan kendaraan jenis minibus dengan desain karoseri khusus bergaya retro yang memiliki kapasitas sekitar 15 orang. Saat ini, bus wisata tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB dengan tarif yang cukup terjangkau, yakni Rp20.000 per orang untuk satu rute sejarah dan heritage di Kota Bandung.

Pihak pengelola memberikan penjelasan kepada Komisi B DPRD Kota Yogyakarta.
Dalam penjelasan teknisnya, pihak pengelola menyampaikan bahwa keberhasilan Bandros tidak hanya terletak pada unit kendaraannya, namun juga pada narasi sejarah yang disampaikan oleh pemandu selama perjalanan. Hal inilah yang menjadi poin utama perhatian Komisi B dan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta untuk disesuaikan dengan karakteristik budaya dan tata kota di Jogja.
“Potensi rute sejarah di Yogyakarta sangat besar, mulai dari kawasan Kotabaru hingga area sumbu filosofi. Jika transportasi semacam ini bisa diadaptasi dengan modifikasi khas lokal, tentu akan menambah nilai tambah bagi kenyamanan pengunjung,” tambah Sofyan.

Sigit Nurcahyo anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta ikut merasakan wisata dengan Bandros
Keberadaan transportasi wisata yang terencana diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem pariwisata daerah. Selain mengurangi beban kendaraan pribadi di pusat kota, sistem transportasi yang ramah wisatawan ini diproyeksikan mampu meningkatkan durasi kunjungan serta memberikan pengalaman edukatif mengenai kekayaan budaya lokal bagi masyarakat luas.
