Perkuat Ekosistem Ekonomi Lokal, Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Fasilitasi Sertifikasi Produk UKM
- account_circle Kang Sofyan
- calendar_month 5/05/2026
- visibility 2
- comment 0 komentar
- label Berita
KANGSOFYAN.COM – Komisi B DPRD Kota Yogyakarta secara resmi menerima audiensi Komunitas UKM INSPIRA untuk membahas penguatan ekosistem ekonomi kerakyatan melalui standarisasi produk dan inovasi bisnis pada Senin (4/5/2025). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal kolaborasi strategis dalam mendorong kemandirian pelaku usaha kecil di wilayah Kota Yogyakarta agar lebih kompetitif di pasar modern.
Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Mohammad Sofyan, menyambut positif inisiatif tersebut dan menekankan pentingnya standarisasi sebagai syarat mutlak perluasan akses pasar. Sofyan menyoroti masih banyaknya pelaku UKM yang mengalami kendala dalam memperoleh legalitas produk, khususnya sertifikasi Halal. “Banyak pelaku UKM yang belum memiliki akses untuk sertifikasi ini. Oleh karena itu, Komisi B siap hadir untuk membantu memfasilitasi dan mengawal proses sertifikasi bagi UKM di wilayah Kota Yogyakarta agar mereka bisa naik kelas,” ujar Sofyan dalam pertemuan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Founder INSPIRA, Toni, memaparkan bahwa komunitasnya hadir sebagai wadah Inovasi Sinergi Pengusaha Sejahtera Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan mandiri. Ia menjelaskan bahwa INSPIRA memiliki misi membangun jaringan kerja sama solid untuk meningkatkan kualitas desain produk. “Visi utama kami adalah mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui inovasi bisnis yang kreatif agar pelaku UKM lebih berdaya saing,” kata Toni.
Lebih lanjut, Toni menyampaikan bahwa INSPIRA telah menyiapkan program konkret berupa pelatihan intensif untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Program tersebut mencakup pelatihan pemasaran digital hingga keterampilan teknis seperti tata boga. Upaya ini dilakukan untuk menjawab tantangan pasar yang semakin dinamis dan menuntut profesionalisme dari para pelaku usaha.
Menanggapi program tersebut, Mohammad Sofyan memberikan apresiasi dan menilai peran komunitas saat ini telah berkembang menjadi pendamping strategis. Ia menyebut INSPIRA memiliki fungsi yang menyerupai konsultan bisnis bagi masyarakat. Menurutnya, pendampingan semacam ini sangat dibutuhkan agar para pelaku usaha tidak hanya sekadar berjualan, namun mampu mengelola bisnis secara berkelanjutan.
Selain mengenai pengembangan kapasitas, diskusi juga menyoroti tantangan validasi data UMKM di Yogyakarta yang saat ini masih tersebar di berbagai instansi. Akurasi data menjadi poin krusial agar program intervensi pemerintah di masa mendatang dapat terdistribusi secara lebih merata dan tepat sasaran kepada para pelaku usaha yang membutuhkan.
Melalui sinergi ini, diharapkan para pelaku usaha kecil di Yogyakarta merasakan dampak langsung berupa kemudahan akses regulasi dan peningkatan kompetensi. Komitmen komunikasi intensif antara legislatif dan komunitas diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang lebih sehat, sehingga geliat ekonomi di tingkat akar rumput dapat tumbuh lebih profesional dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.
