Perkuat Sinergi dengan Pemkot, Kadin Kota Yogyakarta Bidik Transformasi Ekonomi Berbasis Festival dan Investasi
- account_circle Kang Sofyan
- calendar_month 21/04/2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- label Berita
KANG SOFYAN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Yogyakarta mempertegas posisinya sebagai mitra strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Arkadewi Boutique Hotel Prawirotaman, Sabtu (18/4/2026). Forum bertema “Sinergi, Inovasi, dan Kolaborasi untuk Mewujudkan Dunia Usaha Yogyakarta yang Berdaya Saing dan Sejahtera 2026–2031” ini bertujuan merumuskan arah kebijakan ekonomi yang fokus pada penguatan ekosistem industri kreatif dan peningkatan iklim investasi di wilayah Yogyakarta.
Rakerda ini dihadiri oleh jajaran pemangku kebijakan, di antaranya Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Mohammad Sofyan, serta perwakilan Kadin DIY. Dalam diskusi panel yang berlangsung dinamis, muncul kesepakatan untuk menjadikan Kadin sebagai akselerator utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi lintas sektoral.
Ketua Umum Kadin Kota Yogyakarta, Eko Sutrisno, menyatakan kesiapannya untuk mensinergikan program kerja Kadin dengan visi pembangunan pemerintah. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki anggota Kadin di berbagai bidang akan dioptimalkan untuk menjawab tantangan ekonomi masa depan.
“Kadin memiliki kekuatan besar dari berbagai sektor, mulai dari konstruksi, industri kreatif, pendidikan, hingga kuliner. Ini adalah modal penting untuk berkontribusi nyata. Kami akan memperkuat sinergi dengan pemerintah melalui penyusunan MoU sebagai landasan kerja sama yang konkret untuk membuka lapangan kerja baru,” ujar Eko dalam sesi diskusi.
Selain fokus pada kemitraan formal, Kadin Kota Yogyakarta juga merancang strategi untuk menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif. Salah satu langkah yang diusung adalah mendorong Yogyakarta sebagai “Kota Festival”. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas destinasi wisata sehingga tidak hanya mengandalkan kunjungan rutin, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui gelaran acara yang terkurasi secara profesional.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyambut baik visi tersebut. Ia menekankan bahwa perbaikan iklim dunia usaha harus dilakukan secara terintegrasi agar para investor tertarik untuk menanamkan modal di Yogyakarta.
“Ke depan, tidak ada lagi ruang untuk berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi adalah kunci. Mulai dari penguatan industri kreatif, pariwisata, hingga digitalisasi UMKM, semua harus terintegrasi untuk menghadirkan iklim usaha yang kondusif,” tegas Wawan.
Upaya Kadin dan Pemkot dalam menyusun program kerja yang terukur ini diharapkan membawa dampak langsung bagi masyarakat luas. Dengan terciptanya iklim investasi yang lebih sehat dan promosi wisata yang lebih gencar melalui berbagai festival, peluang kerja bagi warga lokal diprediksi akan terbuka lebar. Transformasi ini diarahkan untuk menciptakan stabilitas ekonomi yang inklusif, di mana pelaku usaha kecil hingga besar dapat tumbuh berdampingan demi kesejahteraan warga Kota Yogyakarta.
